Kota Bogor mengembangkan Rencana Aksi Udara Bersih, bermaksud untuk bergabung dengan jaringan BreatheLife - BreatheLife 2030
Pembaruan Jaringan / Bogor, Indonesia / 2019-04-29

Kota Bogor mengembangkan Rencana Aksi Udara Bersih, bermaksud untuk bergabung dengan jaringan BreatheLife:

Bogor, Indonesia, kota percontohan Program Terpadu untuk Kualitas Udara yang Lebih Baik di Asia, berencana untuk udara bersih dan untuk bergabung dengan BreatheLife

Bogor, Indonesia
Bentuknya Dibuat dengan Sketch.
Waktu Membaca: 2 menit

Kota Bogor di Indonesia telah menyelesaikan Rencana Aksi Udara Bersih dalam kemitraan dengan BreatheLife promotor Clean Air Asia dan berencana untuk bergabung dengan kampanye BreatheLife.

Ini dilakukan di bawah Program Terpadu untuk Kualitas Udara yang Lebih Baik di Asia (Program IBAQ), sebuah inisiatif yang didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup Jepang.

Berdasarkan hasil inventarisasi emisi untuk Kota Bogor, CAAP mengidentifikasi sektor transportasi dan industri sebagai sumber polusi prioritas. Sektor transportasi merupakan penyumbang dominan sulfur dioksida, senyawa organik yang mudah menguap, dan polutan halus (PM2.5), sementara industri merupakan kontributor dominan untuk polutan nitrogen dioksida dan karbon monoksida.

Langkah-langkah untuk mengurangi emisi dari sektor transportasi meliputi:

1. Promosi angkutan umum massal dengan melanjutkan operasi BRT Trans-Pakuan.
2. Memperkuat program inspeksi dan pemeliharaan kendaraan.
3. Promosi berjalan dan bersepeda sebagai moda transportasi.

Langkah-langkah yang diidentifikasi dalam CAAP untuk mengurangi emisi dari sumber tidak bergerak (termasuk industri) adalah:

1. Meningkatkan sistem untuk pengujian emisi dan melacak kepatuhan industri.
2. Memperluas jangkauan pengumpulan sampah untuk mengurangi pembakaran sampah secara terbuka.
3. Melarang pembakaran jerami padi dan mempromosikan praktik pertanian berkelanjutan.

Merencanakan udara yang lebih baik: bagaimana CAAP Bogor dikembangkan

Dalam mengembangkan CAAP Bogor untuk Bogor, Clean Air Asia bekerja sama dengan mitra dari Asosiasi Pemerintah Kota Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung.

Tim IPB bertanggung jawab untuk mengkonsolidasikan dan menganalisis informasi yang ada tentang data terkait kualitas udara, serta memetakan rencana kota dan inisiatif tentang manajemen kualitas udara dan mitigasi perubahan iklim.

Tim ITENAS Bandung menggunakan output tim IPB dan memimpin penyusunan CAAP. Kegiatan IBAQ dilakukan dalam kemitraan dari Badan Perencanaan Kota Bogor dan Badan Lingkungan Kota.

Proses pengembangan CAAP juga melibatkan dua lokakarya konsultasi pemangku kepentingan pada bulan Desember 2018 dan Februari 2019 sebagai bagian dari pendekatan partisipatif kegiatan.

Pada Maret 28, 2019, tim Program IBAQ untuk Kota Bogor - diwakili oleh Naufal Isnaeni dan Febby Lestari dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bogor, Dr Didin Permadi dari ITENAS Bandung, dan Dr Perdinan dari IPB - bertemu dengan Walikota Bogor Kota Dr Bima Arya Sugiarto untuk mempresentasikan CAAP. Dr Sugiarto mengidentifikasi langkah-langkah prioritas untuk implementasi ke dalam CAAP dan integrasi ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah baru kota.

Tim Program IBAQ, bersama dengan perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota dan Badan Lingkungan Hidup, juga akan bekerja sama untuk menetapkan target kualitas udara untuk Bogor untuk 2020 ke 2024 menggunakan data dasar dalam CAAP. Target akan ditetapkan yang mempertimbangkan standar kualitas udara ambien nasional dan nilai-nilai pedoman WHO.

Dr Sugiarto menyatakan niatnya untuk bergabung dengan BreatheLife Network sebagai bagian dari komitmen kota untuk kualitas udara yang lebih baik dan mitigasi perubahan iklim.

Tujuan Program IBAQ adalah untuk memperkuat kapasitas teknologi dan kelembagaan untuk manajemen kualitas udara dan mitigasi perubahan iklim, dan berkontribusi pada kota-kota yang lebih layak huni dan sehat di Asia. Ini telah diterapkan di Cina, India, Mongolia, Filipina, Vietnam dan Indonesia.